PERSONIFICATION AND SIMILE ON CHRISTINA ROSETTY’S SEVEN SELECTED POEMS
Abstract
Penelitian ini mengkaji tentang penggunaan bahasa kiasan dalam ketujuh puisi karya Christina Rossety. Penelitian tentang bahasa kiasan yang sangat penting untuk dilakukan karena dengan menggunakan bahasa kiasan karya sastra akan lebih indah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan personifikasi yang tergambar dalam Christina Rossety dan untuk menemukan perbandingan yang tergambar dalam Christina Rossety. Jenis penelitian yang dipakai adalah kualitatif dengan metode analisis. Dasar pelaksanaan metode analisis adalah penafsiran. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode Mengumpulkan, Mengklasifikasikan, Menganalisis, teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi: membaca, mendaftar, mengidentifikasi, menganalisis, dan menyimpulkan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam ketujuh puisi karya Christina Rossety ini terdapat beberapa bahasa kiasan yaitu: ulang tahun memiliki satu personifikasi, and tiga perbandingan. sebuah studio artis memiliki tiga bahasa kiasan: dua untuk personifikasi, dan satu untuk perbandingan. pertengahan musim dingin yang suram juga memiliki 3 bahasa kiasan: satu untuk personifikasi, dan dua untuk perbandingan. Kebangkitan yang Lebih Baik memiliki delapan bahasa kiasan: empat untuk personifikasi, dan empat untuk perbandingan. Sebuah Studi memiliki empat bahasa kiasan: satu untuk personifikasi, dan dua untuk perbandingan. Tiga serangkai hanya mempunyai empat bahasa kiasan dalam perbandingan, tidak memiliki personifikasi. Dan puisi terakhir adalah Sepupu Kate mempunyai tiga bahasa kiasan: satu untuk personifikasi, dan dua untuk simile.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Chaer, A. (2014). Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta Wiharja, C. K. (2015). The Analysis Of The Elements Of Poetry In A Poem Sunflower By Pam Stewart. Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, Dan Budaya, 5(1), 1–7.
Fadila, Miftakhul. (2016). “Penggunaan Simile dalam Novel Kitchen Karya Banana Yoshimoto”.
Surabaya: Pendidikan Bahasa Jepang, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri
Surabaya, 2(30).
Marnetti. (2018). Majas Pada Komentar Warganet Dalam Berita Ahok Banjir Kiriman Karangan Bunga Fadli Zon: Pencitraan Murahan. Vol 16, No 1. Pekan Baru: Balai Bahasa Riau.
Noermanzah, N. (2017). “Struktur Kalimat Tunggal Bahasa Sindang di Kota Lubuklinggau dan Pengaruhnya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia”. Jurnal AKSIS, 1(1).
Rahayu, E., Rohmadi, M., Andayani, A. 2018. ”Increase Interests And Writing Poetry Skills”. Indonesian Language Education and Literature, 3(2).
Santoso, Sugeng. (2016). Majas dalam Novel Semesta Mendukung Karya Ayuwidiya. Kendari: FKIP UHO, 2(1).
Sunarjo. 2018. “Majas dalam Novel Cinta dan Kewajiban Karya L. Wairata dan N St”. Iskandar: Kajian Stilistika dan Implementasinya dalam Pembelajaran Sastra di Sekolah Dasar, 4(1)
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tarigan, H. G. (2015). Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa
Tarigan, Hendry Guntur. (2013). Pegajaran Gaya Bahasa. Bandung: Angkasa.
DOI: https://doi.org/10.34124/jmace.v4i1.56
Refbacks
- There are currently no refbacks.
View My Stats

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
